<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: PEREMPUAN DAN PEMBANGUNAN</title>
	<atom:link href="http://learning-of.slametwidodo.com/2008/02/01/perempuan-dan-pembangunan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://learning-of.slametwidodo.com/2008/02/01/perempuan-dan-pembangunan/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 13:07:20 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: Elfizon Anwar</title>
		<link>http://learning-of.slametwidodo.com/2008/02/01/perempuan-dan-pembangunan/#comment-282</link>
		<dc:creator>Elfizon Anwar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 05:11:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://learning-of.slametwidodo.com/?p=74#comment-282</guid>
		<description>Salah satu kelemahan fondasi moral perempuan kita, ialah menetapkan 21 April sebagai Hari Kartini, pada hal tanggal ini adalah tanggal kelahiran Ibu Kartini. Seyogianya, penetapan tanggal yang bersejarah itu bukan hari kelahiran tetap hari beliau membuat karya besarnya, misal tanggal beliau mendirikan sekolah wanita dsb. Kalau pun itu ada, mungkin namanya tidak tepat disebut Hari Kartini, bisa saja Hari Emansipasi Wanita atau Perempuan. Sama halnya dengan tanggal 2 Mei dijadikan Hari Pendidikan Nasional, pada hal tanggal ini juga hari kelahiran Bapak Ki Hadjar Dewantara- seyogianya jatuh pada tanggal 3 Juli dimana beliau membuat karya besarnya yakni mendirikan Perguruan Tamansiswa. Pada kesempatan ini sebaiknya tanggal 21 April kita kaji kembali, sehingga fondasi moral kaum perempuan kita dapat dibangkitkan kembali dalam era pembangunan bangsa Indonesia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kelemahan fondasi moral perempuan kita, ialah menetapkan 21 April sebagai Hari Kartini, pada hal tanggal ini adalah tanggal kelahiran Ibu Kartini. Seyogianya, penetapan tanggal yang bersejarah itu bukan hari kelahiran tetap hari beliau membuat karya besarnya, misal tanggal beliau mendirikan sekolah wanita dsb. Kalau pun itu ada, mungkin namanya tidak tepat disebut Hari Kartini, bisa saja Hari Emansipasi Wanita atau Perempuan. Sama halnya dengan tanggal 2 Mei dijadikan Hari Pendidikan Nasional, pada hal tanggal ini juga hari kelahiran Bapak Ki Hadjar Dewantara- seyogianya jatuh pada tanggal 3 Juli dimana beliau membuat karya besarnya yakni mendirikan Perguruan Tamansiswa. Pada kesempatan ini sebaiknya tanggal 21 April kita kaji kembali, sehingga fondasi moral kaum perempuan kita dapat dibangkitkan kembali dalam era pembangunan bangsa Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
