Proses-Proses Perubahan Sosial; Analisis di Tingkat Kelompok dan Organisasi Sosial
Perubahan sosial dapat terjadi apabila terdapat agen perubahan. Pada tingkat kelompok seringkali dijumpai adanya gerakan sosial. Gerakan sosial ini seringkali menjadi agen perubahan. Kondisi ideal perubahan yang terjadi merupakan proses tuntutan dari bawah (bottom up) namun seringkali pula perubahan melalui gerakan sosial juga berasal dari kalangan elit (top down). Beberapa tulisan memberikan ulasan mengenai peran birokrasi dalam perubahan sosial. Birokrasi merupakan bentuk organisasi sosial yang mempunyai peran dalam menata dan mengatur kehidupan anggota-anggotanya. Salim menyatakan bahwa birokrasi termasuk dalam lima pilar penggerak perubahan.
Gerakan Sosial
Gerakan sosial merupakan bentuk dari kolektivitas orang-orang di dalamnya untuk membawa atau menentang perubahan. Gerakan sosial seringkali tidak berwujud organisasi formal, namun dapat pula merupakan bagian dari organisasi. Sehingga tidak mengherankan apabila di dalam organisasi terdapat kelompok-kelompok yang saling bertentangan dan masing-masing mewujudkan dirinya dalam bentuk gerakan sosial.
Gerakan sosial pada dasarnya mempunyai karakteristik yang membedakannya dengan bentuk struktur dan organisasi lainnya, yaitu :
- Gerakan sosial mempunyai berbagai segmen organisasi sehingga jumlah pengikut atau simpatisannya dari beragam kelompok masyarakat.
- Pola pencarian anggota berupa pertemuan tatap muka maupun diskusi-diskusi yang terjadi dalam kelompok kecil. Gerakan sosial juga melakukan kampanye melalui bentuk demonstrasi dan rapat terbuka untuk menggalang dukungan massa.
- Wujud partisipasi berupa komitmen dari anggota atau simpatisannya.
- Gerakan sosial membentuk ideologi yang sesuai dengan rasionalitas, tujuan dan maksud gerakan itu sendiri.
- Gerakan sosial membutuhkan kelompok oposisi sehingga mampu mewujudkan solidaritas antar anggota dan simpatisan.
Gerakan sosial dapat dilihat dari perspektif psikologi. Teori psikologi memfokuskan bahasannya pada karakteristik dari masing-masing individu. Salah satu teori yang berkembang adalah tentang psikologi massa merupakan salah satu bagian dari psikologi yang bertujuan untuk mengetahui perilaku/tindakan orang dalam satu kelompok yang besar, kerumunan maupun masyarakat dan bagaimana hubungan antara perilaku tersebut dengan kondisi biologis dan latar belakang budaya orang yang bersangkutan. Menurut para ilmuwan psikologi, seseorang memperlihatkan identitasnya tergantung dari kemampuannya untuk menggambarkan tidakannya, sebaik kemampuan untuk merespon tindakan dari orang lain. Psikologi massa fokus mempelajari tiga hal, yaitu: kebiasaan sosial yang dilakukan individu, interaksi satu individu dengan yang lain, dan gambaran individu dalam dunia sosial. Teori psikologi massa mencoba untuk menjelaskan kenapa identitas, status dan peran individu dipelihara atau dihilangkan oleh pengaruh dan tindakan individu lain dalam bentuk kelompok di masyarakat dan bagaimana orang menjadi terpengaruh dan mengikuti tren, mode, politik, pergerakan maupun agama.
Psikologi sosial mencoba memberikan penjelasan tentang terjadinya gerakan sosial. Terdapat empat penjelasan tentang gerakan sosial, yaitu :
- Deprivasi relatif. Gerakan sosial muncul ketika terjadi perbedaan antara kondisi yang diharapkan dengan kenyataan. Perspektif ini memberikan penjelasan bahwa kesenjangan yang terjadi antara kelompok masayarkat dapat menjadi faktor pemicu terjadinya gerakan sosial. Perspektif ini juga melahirkan konsep kelompok referensi yang menjadi salah satu acuan bagi kelompok lainnya untuk membandingkan kondisinya.
- Ketegangan status. Perspektif ini melihat bahwa gerakan sosial disebabkan oleh adanya ancaman terhadap status dalam masyarakat. Ancaman tersebut dapat berupa perubahan sosial yang sedang terjadi maupun oleh gerakan sosial yang membawa misi perubahan. Perubahan yang terjadi dapat mengancam status sosial sebagian masyarakat, sehingga perlu melakukan perlawanan melalui gerakan sosial.
Birokrasi dan Perubahan Sosial di Indonesia
Pemerintah atau sering pula digunakan kata birokrasi merupakan aparatur yang menjalankan tugas dalam mengatur jalannya pemerintahan. Perubahan yang terjadi dalam birokrasi mau tidak mau akan membawa perubahan pada aspek sosial kemasyarakatan lainnya. Birokrasi gaya mataraman yang dikenal feodal menjadi salah satu ciri sebagaian besar masyarakat Indonesia, terutama di Jawa. Model birokrasi ini kemudian digantikan dengan model birokrasi barat yang demokratis dan organisasi yang modern bercirikan spesialisasi kerja.
Perubahan bentuk birokrasi ternyata memberikan dampak yang cukup besar dalam masyarakat. Sebagai sebuah sumber struktural, pemerintah atau birokrasi merupakan kekuatan yang dapat menjadi agen perubahan. Apabila ditinjau dari perspektif interasional, kekuatan agen perubahan diwujudkan dalam bentuk kekuatan tekanan (driving forces) dan akan berhadapan dengan penolakan (resistences) untuk berubah. Perubahan dapat terjadi dengan memperkuat driving forces dan melemahkan resistences to change. Apabila berkaca pada perspektif materialis yang menyatakan bahwa perubahan merupakan akibat dari konflik, mekanisme interaksional justru berusaha menjelaskan bagaimana konflik dapat menyebabkan perubahan sosial. Adanya pengaruh dari luar kelompok baik berupa budaya material maupun non material menyebabkan terjadinya mekanisme “pertentangan” di dalam kelompok. Di satu pihak akan terdapat individu-individu yang menerima dan disatu pihak lainnya terdapat individu yang menentang proses perubahan tersebut.
Peran birokrasi sangat besar dalam kehidupan masyarakat. Pilihan-pilhan terhadap model birokrasi yang diterapkan hingga pendekatan pembangunan turut memberikan corak terhadap kehidupan sosial masyarakat. Birokrasi memegang peranan yang sangat besar dalam pembangunan yang mengakibatkan perubahan-perubahan. Negara birokratik adalah suatu bentuk sistem politik yang kekuasaan dan partsisipasi politik dalam pengambilan keputusan terbatas pada para penguasa negara. Ciri-ciri pokok negara birokratik adalah :
- Lembaga politik yang dominan adalah aparat birokrasi.
- Lembaga-lembaga politik lainnya seperti partai politik dan pers dalam posisi yang lemah sehingga tidak mampu melakukan kontrol terhadap birokrasi.
- Massa diluar birokrasi secara politik dan ekonomi adalah pasif sehingga menyebabkan lemahnya peranan partai politik dan menguatkan birokrasi.
Peran gerakan sosial dalam perubahan sosial di Indonesia sangat besar. Perubahan birokrasi seringkali terjadi ketika ada tuntutan dari kelompok masyarakat maupun tekanan asing. Secara garis besar perubahan birokrasi di Indonesia disebabkan oleh keinginan untuk mendapatkan kondisi ideal birokrasi dan organisasi ala Weber. Birokrasi feodal khas kerajaan-kerajaan Indonesia ditinggalkan dan diganti dengan birokrasi modern yang lebi mementingkan the right man on the right place.
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pada sistem birokrasi membawa dampak pada berbagai kehidupan sosial masyarakat. Berikut rangkuman beberapa tulisan tentang proses perubahan sosial dan birokrasi :
| No | Penulis | Proses perubahan sosial dalam konteks organisasi dan birokrasi |
| 1 | Soemardjan
(1981) |
Perubahan dalam bidang pemerintahan dari semula yang bersifat tersentralisasi dan otokratis menjadi pemerintahan yang terdesentralisasi dan demokratis. Perubahan ini membawa dampak pada hilangnya otoritas pamong praja atas pemerintahan desa. |
| 2 | Soemardjan
(1995) |
Birokrasi di Indonesia mengalami berbagai perubahan, mulai pada masa awal kemerdekaan hingga pemerintahan orde baru. Peran militer pada birokrasi pemerintahan mengalami peningkatan seiring dengan munculnya konsep dwi fungsi ABRI. Birokrasi pemerintahan berkembang sangat pesat dari sisi jumlah sehingga menimbulkan sistem birokrasi yang panjang. Koordinasi antar sektoral menjadi salah satu kelemahan birokrasi Indonesia. Pengawasan yang rendah menimbulkan korupsi menjadi merajalela. |
| 3 | Castle
(1986) |
Perubahan yang terjadi seiring dengan adanya modernisasi cenderung membawa ke arah prakolonial monarkhi Jawa. Terdapat gejala retradisionalisasi dan refeodalisasi pada masyarakat dan birokrasi pemerintahan. Polarisasi yang terjadi dalam birokrasi bukan lagi antara priyayi atau bangsawan dan wong cilik, namun perbedaan strata pendidikan. |
| 4 | Day
(1999) |
Terbentuknya wilayah kecamatan sebagai salah satu faktor penyebab peruabahan sosial. Kecamatan merupakan salah satu rantai birokrasi yang menjadi agen perubahan. Berbagai perogram dan kebijakan pembangunan diteruskan melalui rantai birokrasi ini. |
Bahan Bacaan
Castles, Lance. Et al. 1986. Birokrasi, Kepemimpinan dan Perubahan Sosial di Indonesia. Surakarta. HAPSARA.
Day, Christianita L. 1999. “Perubahan Sosial dan Dampaknya terhadap Organisasi Pertanian di Long Pulungan dan Long Alango” dalam Kebudayaan dan Pelestarian Alam; Penelitian Interdisipliner di Pedalaman Kalimanta. Jakarta. The Ford Foundation.
Harper, Charle L. 1989. Exploring Social Change. New Jersey: Prentice Hall.
Soemardjan, Selo. 1981. Perubahan Sosial di Yogyakarta. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.
. 1995. “Bureaucracy in A Changing Culture”. Indonesian Law and Administration Review. Vol.1 No. 1.
Slamet Widodo adalah seorang warga negara Republik Indonesia![PusatLowongan[dot]com](http://pusatlowongan.com/images/lowongan kerja.jpg)



