Learning of Slamet Widodo

Random Image

Slamet Widodo adalah seorang warga negara Republik Indonesia


Author Detail

Slamet Widodo

Web Page: http://slametwidodo.com

Registered Since: 2008-01-28 14:48:54

Description: Slamet Widodo adalah warga negara Republik Indonesia

Posts by agriwidodo:

    Lomba blog “WISATA KULINER RAKYAT JELATA”…

    Dalam rangka memperingati hari ulang tahun pernikahan yang ke-3, kami (Slamet Widodo dan Istri) mengadakan lomba blog. Kami menyediakan hadiah bagi satu pemenang berupa domaindan hosting gratis selama satu tahun. Tema lomba blog slametwidodo[dot]com yang pertama ini adalah “Wisata Kuliner Rakyat Jelata”.

    Informasi lebih lanjut bisa anda dapatkan disini atau klik gambar “Wisata Kuliner Rakyat Jelata” pada sidebar paling kanan.

    Terima kasih.

    Pesona Wanita Dibalik Keharuman Tembakau Madura

    Abstraksi

     

    Tujuan penelitian ini adalah untuk menerangkan dinamika gender pada usahatani tembakau. Dinamika gender tersebut dapat digambarkan melalui pembagian peran antara laki-laki dan perempuan yang meliputi aktivitas, akses, kontrol dan benefit dalam usahatani tembakau. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab terjadinya perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan dalam usahatani tembakau di lokasi penelitian. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) yaitu di empat desa, yaitu Kelurahan Polagan dan Desa Aengsareh di Kecamatan Sampang serta Desa Daleman dan Desa Gunung Eleh di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada tingkat produksi tembakau yang relatif tinggi dibandingkan wilayah lain. . Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode snow ball sampling. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini terdiri dari tiga alur, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan atau verifikasi.

    Perbedaan aktivitas antara suami dan istri tampak pada dominasi istri pada pekerjaan reproduktif dan suami pada pekerjaan produktif. Suami sama sekali tidak terlibat dalam pekerjaan reproduktif. Namun sebaliknya istri harus memikul beban kerja ganda, selain melakukan pekerjaan reproduktif, istri harus juga turut melakukan pekerjaan produktif. Curahan kerja istri dalam satu hari mencapai 10,7 jam. Istri tidak mendapatkan akses untuk mendapatkan kredit dari lembaga koperasi maupun perbankan. Selain itu istri juga tidak mendapatkan akses terhadap informasi pertanian melalui lembaga penyuluhan. Pengambilan keputusan pada usahatani tembakau dilakukan oleh suami. Istri dilibatkan pada pengelolaan keuangan karena adanya stereotipe yang menyatakan bahwa perempuan lebih bisa mengatur keuangan dibandingkan laki-laki. Perbedaan aktivitas, akses dan kontrol antara suami dan istri disebabkan oleh masih kuatnya nilai budaya patriarki pada masyarakat setempat. Kontrol perempuan yang terbatas disebabkan oleh adanya nilai laki-laki sebagai pemimpin perempuan.

    Kata kunci ;gender, aktivitas, akses, kontrol. Read More

    Pengembangan Potensi Agribisnis dalam Upaya Pemberdayaan Ekonomi Pondok Pesantren

    Abstraksi

     

    Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang agribisnis pesantren di Kabupaten Bangkalan, yang terdiri dari persepsi masyarakat terhadap pengembangan agribisnis pesantren, model pengembangan agribisnis pesantren dan kelayakan usaha agribisnis pesantren. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren An-Nafi’iyah yang berada di Desa Kampak Kecamatan geger Kabupaten Bangkalan. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan pondok pesantren yang telah merintis usaha produktif di bidang agribisnis sejak lama. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode snow ball sampling. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini terdiri dari tiga alur, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan atau verifikasi. Untuk menjelaskan kelayakan usaha secara ekonomi digunakan analisis usahatani yang terdiri dari analisis NP, BEP, ROI dan B/C rasio.

    Peran pondok pesantren yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial di pedesaan menjadikan pondok pesantren memiliki tanggung jawab untuk memberdayakan ekonomi umat Islam di daerah pedesaan. Kepemimpinan kiai yang masih menjadi teladan dan panutan masyarakat dapat dijadikan sebagai salah satu faktor pendorong masyarakat untuk mengikuti usaha agribisnis yang dikembangkan oleh pondok pesantren. Selain sebagai unit produktif yang menghasilkan pemasukan bagi pondok pesantren, agribisnis pesantren dapat menjadi sarana pendidikan bagi santri. Tingginya persaingan di pasar tenaga kerja telah menyebabkan semakin meningkatnya angka pengangguran. Salah satu usaha untuk mengurangi angka pengangguran adalah dengan mengembangkan budaya kewirausahaan di kalangan santri. Agribisnis pesantren akan dapat memberikan pendidikan dan pelatihan baik dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan maupun dalam bidang teknis produksi.

    Usaha agribisnis yang dikembangkan oleh pondok pesantren An-Nafi’iyah telah layak untuk diusahakan baik secara ekonomi maupun sosial budaya. Usaha pembibitan kambing memberikan angka B/C rasio sebesar 1,37 sedangkan untuk usaha penggemukan kambing memiliki B/C rasio sebesar 1,53. selain usaha peternakan tersebut, ponsok pesantren An-Nafi’iyah mempunyai usaha pembuatan tahu. Usaha ini juga telah memenuhi kelayakan ekonomi dengan B/C rasio sebesar 1,11.

    Kata kunci : agribisnis, pondok pesantren, kelayakan usaha Read More

    Masyarakat Samin di Tengah Arus Modernisasi; Transformasi Pertanian Pasca Revolusi Hijau

    PENDAHULUAN

    Latar Belakang

    Pembangunan pertanian pada dasarnya adalah proses transformasi pertanian, yaitu suatu proses perubahan pada berbagai aspek di bidang pertanian. Perubahan tersebut tidak hanya berupa mekanisasi dan teknologi namun lebih jauh lagi pada kelembagaan ekonomi dan sosial pertanian. Sebagai negara agraris, sebagian besar penduduk pedesaan di Indonesia menggantungkan hidupnya dari bidang pertanian. Dengan demikian proses transformasi pertanian dapat dikatakan sebagai proses transformasi pedesaan. Proses ini menyentuh seluruh lapisan masyarakat di penjuru Indonesia.

    Indonesia adalah sebuah negara majemuk. Kemajemukan ini ditandai oleh adanya suku-suku bangsa yang tentunya masing-masing mempunyai budaya yang berbeda. Suku bangsa ini seringkali dikatakan sebagai kelompok etnik. Barth (1969), menyatakan bahwa pada umumnya kelompok etnik dikenal sebagai populasi yang secara biologis mampu berkembang biak dan bertahan.

    Masyarakat Samin dengan berbagai tradisi dan budayanya serta memiliki ciri-ciri yang diungkapkan oleh Barth, bisa dikatakan salah satu kelompok etnik yang ada di Indonesia. Bahkan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah telah mengakui masyarakat Samin ini sebagai salah satu kelompok etnik yang ada di Jawa Tengah dari empat etnik yang ada. Komunitas Samin ialah sekelompok orang yang mengikuti ajaran Samin Surosentiko yang muncul pada masa kolonial Belanda. Pada masa lalu masyarakat Samin dapat diidentifikasikan sebagai masyarakat yang ingin membebaskan dirinya dari ikatan tradisi besar yang dikuasai oleh elit penguasa.

    Masyarakat Samin sebagai salah satu kelompok etnik yang ada di Indonesia tentu memiliki nilai-nilai budaya yang berbeda dengan masyarakat lainnya. Di usia yang sudah satu abad lebih ini masyarakat Samin sudah mengalami perubahan pada pranata sosial dan kebudayaan yang selama ini mereka anut. Tradisi Saminisme sekarang sudah berubah, artinya Saminisme sudah bukan lagi menjadi kebanggaan dalam struktur sosial diamana mereka hidup. Apabila ditinjau dari sistem nilai, Saminisme sudah tidak lagi menjadi aturan dalam pluralitas nilai yang berada di tengah-tengah mereka.

    Modernisasi dalam lingkup masyarakat tradisional akan menimbulkan implikasi terhadap masyarakat tersebut. Masyarakat tradisional bagaimanapun masih menjunjung tinggi nilai-nilai yang diwarisi secara turun temurun dari nenek moyangnya dulu. Karena itu kelompok masyarakat seperti ini telah memiliki pola budaya tertentu, sedangkan modernisasi tentu akan membawa pola budaya baru bagi masyarakat tersebut yang mungkin berbeda dengan norma serta nilai yang lama.

    Perumusan Masalah

    Proses transformasi pertanian yang gencar dilakukan oleh pemerintah sejak lama dengan konsep revolusi hijaunya mau tidak mau juga menyentuh masyarakat Samin. Pada dasarnya pengertian modernisasi mencakup suatu transformasi total kehidupan bersama yang tradisional atau pra modern dalam arti teknologi serta organisasi sosial menuju kearah pola-pola ekonomis dan politis yang menjadi ciri negara barat yang stabil. Modernisasi adalah suatu persoalan yang harus dihadapi oleh masyarakat. Setiap manusia dalam masyarakat sangat sulit untuk lepas dari pengaruh modernisasi yang melanda dunia saat ini. Demikian pula dengan masyarakat Samin dengan segala keunikan dan keterbatasannya. Masyarakat Samin yang kini terkepung oleh kemajuan budaya di sekitarnya sudah tidak mampu lagi untuk membendung masuknya kebudayaan baru tersebut. Nilai-nilai budaya masyarakat Samin semakin tersisih dan berganti dengan nilai budaya baru. Perubahan sosial budaya ini dibatasi pada aspek tata nilai, norma dan kelembagaan pada masyarakat Samin.

    Perubahan budaya yang terjadi pada masyarakat Samin tentu disebabkan oleh banyak faktor, baik faktor dari luar maupun dari dalam masyarakat sendiri. Pembangunan yang selama ini disalahkan sebagai penyebab perubahan budaya masyarakat tentu memiliki andil yang cukup besar dalam menyebabkan perubahan budaya masyarakat Samin. Pembangunan identik dengan modernisasi dengan segala dampaknya baik yang positif untuk kemajuan masyarakat maupun dampak negatif berupa hilangnya tatanan nilai dan norma budaya warisan leluhur.

    Secara garis besar permasalahan yang akan dikaji dalam tulisan ini adalah : Read More