Learning of Slamet Widodo

Random Image

Slamet Widodo adalah seorang warga negara Republik Indonesia


Archive for the ‘Perubahan Sosial’


PROSES-PROSES PERUBAHAN SOSIAL; Perubahan Stratifikasi dan Struktur Sosial

PENDAHULUAN

 

Catatan perjalanan pembangunan pertanian di Indonesia telah banyak diulas oleh para peneliti. Salah satunya hasil penelitian Frans Hüsken yang dilaksanan pada tahun 1974. Penelitian yang mengulas tentang perubahan sosial di masyarakat pedesaan Jawa sebagai akibat kebijakan pembangunan pertanian yang diambil oleh pemerintah.  Penelitian ini dilakukan di Desa Gondosari, Kawedanan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kekhususan dan keunikan dari penelitian ini terletak pada isinya yang tidak saja merekam pengalaman perubahan sosial (revolusi) tersebut, namun juga menggali studi dalam perspektif sejarah yang lebih jauh ke belakang. Penelitian ini berhasil mengungkap fenomena perubahan politik, sosial dan ekonomi melintasi tiga zaman, yaitu penjajahan Belanda, Jepang hingga masa pemerintahan orde lama dan orde baru. Husken menggambarkan terjadinya perubahan di tingkat komunitas pedesaan Jawa sebagai akibat masuknya teknologi melalui era imperialisme gula dan berlanjut hingga revolusi hijau.

 

Pendapat Marx tentang perubahan moda produksi menghasilkan perubahan pola interaksi dan struktur sosial tergambar jelas dalam tulisan husken. Masyarakat jawa yang semula berada pada pertanian subsisten dipaksa untuk berubah menuju pertanian komersialis. Perubahan komoditas yang diusahakan menjadi salah satu indikator yang dijelaskan oleh Husken. Imperialisme gula telah merubah komoditas padi menjadi tebu yang tentu berbeda dalam proses pengusahaannya. Gambaran ini semakin jelas pada masa orde baru dengan kebijakan revolusi hijaunya.

 

Gambaran serupa tampak pada tulisan Hefner, Jellinek dan Summers. Kebijakan pemerintah yang mengacu pada model modernisasi selalu menekankan pada pembangunan ekonomi yang merubah moda produksi dari pertanian menuju industri. Pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kapitalisme membawa dampak pada kehidupan di tingkat komunitas.

 

 

 

PERSPEKTIF PERUBAHAN SOSIAL

 

            Pengelompokkan teori perubahan sosial telah dilakukan oleh Strasser dan Randall. Perubahan sosial dapat dilihat dari empat teori, yaitu teori kemunculan diktator dan demokrasi, teori perilaku kolektif, teori inkonsistensi status dan analisis organisasi sebagai subsistem sosial.

 

Perspektif Penjelasan Tentang Perubahan

Barrington Moore, teori kemunculan diktator dan demokrasi

Teori ini didasarkan pada pengamatan panjang tentang sejarah pada beberapa negara yang telah mengalami transformasi dari basis ekonomi agraria menuju basis ekonomi industri.

Teori perilaku kolektif

Teori dilandasi pemikiran Moore namun lebih menekankan pada proses perubahan daripada sumber perubahan sosial.

Teori inkonsistensi status

Teori ini merupakan representasi dari teori psikologi sosial. Pada teori ini, individu dipandang sebagai suatu bentuk ketidakkonsistenan antara status individu dan grop dengan aktivitas atau  sikap yang didasarkan pada perubahan.

Analisis organisasi sebagai subsistem sosial

Alasan kemunculan teori ini adalah anggapan bahwa organisasi terutama birokrasi dan organisasi tingkat lanjut yang kompleks dipandang sebagai hasil transformasi sosial yang muncul pada masyarakat modern. Pada sisi lain, organisasi meningkatkan hambatan antara sistem sosial dan sistem interaksi.

 

 

 

Teori Barrington Moore Read More

Proses-Proses Perubahan Sosial; Perubahan dan Pengembangan Komunitas

Berbagai Perspektif Tentang Perubahan; Mana yang Kita Imami?

 

            Berbagai teori tentang perubahan sosial telah dikemukakan oleh para ahli. Perubahan di tingkat komunitas pada umumnya merupakan sebuah akibat dari perubahan di tingkat yang lebih besar. Namun demikian perubahan yang terjadi di tingkat makro ini belum tentu membawa dampak yang sama pada berbagai komunitas. Harper secara garis besar membagi perubahan sosial dari faktor penyebab dan pola perubahannya. Faktor penyebab dapat dibedakan dalam empat perspektif, yaitu materialis, idealis, mekanisme interaksional dan sumber struktural. Sedangkan pola perubahan dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu linear, siklus, dialektik dan pusat-periferi.  Pengelompokkan teori perubahan sosial juga dilakukan oleh Strasser dan Randall. Perubahan sosial dapat dilihat dari empat teori, yaitu teori kemunculan diktator dan demokrasi, teori perilaku kolektif, teori inkonsistensi status dan analisis organisasi sebagai subsistem sosial.

 

 

 

Perspektif Penjelasan Tentang Perubahan

Sumber perubahan; materialis

Perubahan merupakan akibat dari faktor material terutama teknologi. Penemuan teknologi baru menyebabkan perubahan moda produksi yang berakibat pada perubahan pada interaksi sosial, organisasi sosial dan pada akhirnya menghasilkan nilai budaya, norma dan kepercayaan baru.

Sumber perubahan; idealis

Perubahan merupakan akibat dari faktor non material. Termasuk dalam faktor non material adalah nilai dan ideologi.

Perspektif Penjelasan Tentang Perubahan

Sumber perubahan; mekanisme interaksional

Perubahan terjadi karena munculnya tekanan-tekanan terhadap kelompok, individu, atau organisasi. Perubahan seringkali diawali dengan kompetisi dan konflik. Konflik dapat berupa konflik laten hingga konflik terbuka atau kekerasan.

Sumber perubahan; sumber struktural

Perubahan terjadi karena adanya tekanan dari sumber struktural, yaitu pemerintah. Pembangunan merupakan salah satu proses perubahan sosial yang terencana yang membawa dampak pada masyarakat.

Pola perubahan; linear

Perubahan sosial merupakan pola pertumbuhan yang bersifat evlusioner. Perubahan bersifat linear, kumulatif dan tidak berulang. Pandangan ini disandarkan pada proses evolusi mahkluk hidup yang berawal dari mahkluk dengan organ sederhana menuju mahkluk dengan organ yang lebih kompleks.

Pola perubahan; siklus

Perubahan sosial merupakan proses seperti gelombang yang naik dan turun. Perubahan sosial dengan model siklus memandang perkembangan secara pesimis. Perubahan bersifat siklus yang selalu berulang seperti perkembangan mahkluk hidup, mulai dari lahir, anak-anak, remaja, dewasa hingga kematian.

Pola perubahan; dialektik

Perubahan sosial dalam jangka panjang diasumsikan sebagai bentuk perubahan yang kumulatif dan perkembangan yang tidak mulus. Perubahan terjadi melalui proses dialektika antara kelompok dalam masyarakat yang memiliki kepentingan berbeda. Pola perubahan ini disandarkan pada pendapat Marx dan Hegel. Perubahan sosial merupakan hasil dari perjuangan kelas.

Pola perubahan; pusat-periferi

Pola perubahan sosial pusat-periferi menggambarkan penyebaran perubahan sosial dari satu kelompok ke kelompok lain. Asumsi yang dipakai oleh pola ini adalah adanya proses difusi dari sumber perubahan pada kelompok di sekitarnya.

Barrington Moore, teori kemunculan diktator dan demokrasi

Teori ini didasarkan pada pengamatan panjang tentang sejarah pada beberapa negara yang telah mengalami transformasi dari basis ekonomi agraria menuju basis ekonomi industri.

Teori perilaku kolektif

Teori dilandasi pemikiran Moore namun lebih menekankan pada proses perubahan daripada sumber perubahan sosial.

Teori inkonsistensi status

Teori ini merupakan representasi dari teori psikologi sosial. Pada teori ini, individu dipandang sebagai suatu bentuk ketidakkonsistenan antara status individu dan grop dengan aktivitas atau  sikap yang didasarkan pada perubahan.

Analisis organisasi sebagai subsistem sosial

Alasan kemunculan teori ini adalah anggapan bahwa organisasi terutama birokrasi dan organisasi tingkat lanjut yang kompleks dipandang sebagai hasil transformasi sosial yang muncul pada masyarakat modern. Pada sisi lain, organisasi meningkatkan hambatan antara sistem sosial dan sistem interaksi.

 

 

 

Untuk membedah perubahan-perubahan sosial di tingkat komunitas, Read More

Proses-Proses Perubahan Sosial; Dinamika Kelembagaan

Selama ini di desa telah ada seperangkat lembaga-lembaga yang muncul dan timbul dari inisiatif masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan hidup yang harus dipenuhinya. Umumnya lembaga-lembaga lokal ini masih bersifat sangat tradisional dengan berbagai kekurangankekurangan yang ada dari segi organisasi atau kelembagaan modern. Padahal di sisi lain pemerintah sebagai Stakeholder dari program pembangunan sangat memerlukan lembaga yang sangat mumpuni untuk menjadi wadah atau saluran pembangunan bahkan sarana paling tepat untuk percepatan pembangunan pedesaan. Berpijak pada realita semacam inilah maka pemerintah pun mengeluarkan kebijakan mengenai perlunya pembentukan lembaga kemasyarakatan modern dalam rangka pelaksanaan pembangunan di pedesaan dengan pertimbangan, bahwa lembaga kemasyarakatan modern yang dibikin pemerintah yang memang dirancang secara khusus untuk kegiatan pembangunan akan lebih memberikan peluang besar guna keberhasilan pembangunan itu sendiri dari pada pemerintah menggunakan lembaga kemasyarakatan yang sudah ada yang umumnya bercorak kultural, agamis dan tradisional.

 

 

 

Perubahan Sosial dan Gerakan Sosial

 

Perubahan sosial dapat terjadi apabila terdapat agen perubahan. Pada tingkat kelembagaan seringkali dijumpai adanya gerakan sosial. Gerakan sosial ini seringkali menjadi agen perubahan. Kondisi ideal perubahan yang terjadi merupakan proses tuntutan dari bawah (bottom up) namun seringkali pula perubahan melalui gerakan sosial juga berasal dari kalangan elit (top down).

 

Gerakan sosial merupakan bentuk dari kolektivitas orang-orang di dalamnya untuk membawa atau menentang perubahan. Read More

Proses-Proses Perubahan Sosial; Analisis di Tingkat Kelompok dan Organisasi Sosial

Perubahan sosial dapat terjadi apabila terdapat agen perubahan. Pada tingkat kelompok seringkali dijumpai adanya gerakan sosial. Gerakan sosial ini seringkali menjadi agen perubahan. Kondisi ideal perubahan yang terjadi merupakan proses tuntutan dari bawah (bottom up) namun seringkali pula perubahan melalui gerakan sosial juga berasal dari kalangan elit (top down). Beberapa tulisan memberikan ulasan mengenai peran birokrasi dalam perubahan sosial. Birokrasi merupakan bentuk organisasi sosial yang mempunyai peran dalam menata dan mengatur kehidupan anggota-anggotanya. Salim menyatakan bahwa birokrasi termasuk dalam lima pilar penggerak perubahan.

 

 

 

Gerakan Sosial

 

            Gerakan sosial merupakan bentuk dari kolektivitas orang-orang di dalamnya untuk membawa atau menentang perubahan. Gerakan sosial seringkali tidak berwujud organisasi formal, namun dapat pula merupakan bagian dari organisasi. Sehingga tidak mengherankan apabila di dalam organisasi terdapat kelompok-kelompok yang saling bertentangan dan masing-masing mewujudkan dirinya dalam bentuk gerakan sosial.

 

            Gerakan sosial pada dasarnya mempunyai karakteristik yang membedakannya dengan bentuk struktur dan organisasi lainnya, yaitu :

  1. Gerakan sosial mempunyai berbagai segmen organisasi sehingga jumlah pengikut atau simpatisannya dari beragam kelompok masyarakat. Read More