Learning of Slamet Widodo

Random Image

Slamet Widodo adalah seorang warga negara Republik Indonesia


Archive for the ‘Sosiologi Pembangunan’


Tata Pengaturan (Governance) dan Pembangunan

Pembangunan merupakan bentuk perubahan sosial yang terarah dan terencana melalui berbagai macam kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Bangsa Indonesia, seperti termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 telah mencantumkan tujuan pembangunan nasionalnya. Kesejahteraan masyarakat adalah suatu keadaan yang selalu menjadi cita-cita seluruh bangsa di dunia ini.

 

            Governance adalah merupakan model baru dalam penyelenggaraan urusan publik. Model ini tampaknya sedang menjadi kecenderungan global, dan tengah dicoba diimplementasikan di Indonesia, baik dalam pengembangan pemerintahan nasional maupun lokal. Konsep governance perlu dipahami akar sejarahnya. Diskursus yang berkembang diawali dari tumbuhnya konsep demokrasi dalam pemerintahan, kemudian terjadinya penguatan negara, lalu merosotnya hegemoni negara karena dominasi pasar, munculnya fenomena masyarakat sipil, dan tumbuhnya governance yang menekankan terjalinnya kolaborasi antara kekuatan negara, pasar, dan masyarakat sipil. Di berbagai wilayah Nusantara seperti di Sumatera Barat, Bali atau daerah lain, masyarakat tradisional telah menerapkan tata pemerintahan yang baik. Konsep ini kemudian dikemas dalam kata-kata modern yang sesungguhnya telah dijalankan di beberapa wilayah.

 

Konsep governance adalah konsep abstrak yang perlu didefinsikan secara jelas. Dalam literatur ditemukan berbagai perspektif tentang governance, seperti perspektif hirarki, pasar, jejaring, komunitarian, dan sebagainya. Perspektif ini pada gilirannya mempengaruhi penerapan konsep governance di dalam praktek kepemerintahan. Variasi dalam penerapan governance juga tergantung dari situasi politik, ekonomi, dan sosial dari setiap negara yang menerapkannya. Read More

PARTISIPASI, PEMBERDAYAAN DAN PEMBANGUNAN

Kata transformasi diambil dari terjemahan kata transformation (Bahasa Inggris). Istilah tranform (Neufebet and Guralnik, 1988) dapat diartikan sebagai perubahan, dan tranformation dapat diartikan sebagai proses perubahan. Dalam arti yang lebih luas, transformasi mencakup bukan saja perubahan pada bentuk luar, namun juga pada hakikat atau sifat dasar, fungsi, dan struktur atau karakteristik perekonomian suatu masyarakat. Pada hakekatnya tidak ada yang baru mengenai “transformasi sosial”. Secara umum ia menyiratkan suatu faham yang mendasari perubahan masyarakat dan budaya dalam merespon faktor-faktor seperti pertumbuhan ekonomi, perang, atau pergolakan politik. Pada masyarakat pedesaan yang tingkat perkembangan ekonominya belum maju dan didominasi oleh sektor pertanian, transformasi pertaniannya sekaligus dapat dipandang sebagai cerminan transformasi sosial masyarakat desanya. Dalam pengertian yang lebih luas yang dikaitkan dengan perekayasaan sosial-budaya pedesaan, transformasi masyarakat pedesaan dapat dipandang sebagai proses modernisasi atau pembangunan.

 

            Transformasi sosial sangat berkaitan dengan globalisasi. Pada tingkatan yang paling umum, globalisasi berarti sebuah proses perubahan yang mempengaruhi seluruh wilayah di dunia dalam sektor yang beragam termasuk ekonomi, teknologi, politik, media, budaya, dan lingkungan. Definisi yang lebih tepat mengenai globalisasi adalah sebuah proses atau rangkaian proses yang berwujud suatu transformasi dalam organisasi spasial dari relasi serta transaksi sosial yang melahirkan pola hubungan transcontinental atau interregional serta jaringan aktivitas dan interaksi.

 

            Usman (2003) mengungkapkan bahwa pembangunan yang dilakukan oleh suatu negara pada saat ini tidak akan dapat lepas dari pengaruh globalisasi yang melanda dunia. Persolan politik dan ekonomi tidak dapat lagi hanya dipandang sebagai persoalan nasional. Keterkaitan antar negara menjadi persoalan yang patut untuk diperhitungkan. Masalah ekonomi atau politik yang dihadapi oleh satu negara membawa imbas bagi negara lainnya dan permasalahan tersebut akan berkembang menjadi masalah internasional.

 

            Permasalahan yang muncul adalah “kekhasan” suatu masyarakat semakin lama semakin pudar seiring model pembangunan modernisasi yang tidak ubahnya sama dengan westernisasi. Dunia akan menjadi sebuah kesatuan budaya yang lahir melalui gejala globalisasi. Permasalahan lainnya adalah bagaimana potensi lokal akan dapat berkembang atau mungkin sekedar bertahan di tengah gencarnya serangan globalisasi. Pola pembangunan yang bercirikan lokalitas apakah masih akan dapat disandingkan dengan globalisasi.       Sedangkan permasalahan terakhir mengenai posisi pemerintah dalam pembangunan nasional. Pemerintah memiliki posisi strategis baik sebagai pelaksana kebijakan pembangunan, konsumen sekaligus produsen dan investor. Read More

KELEMBAGAAN, KAPITAL SOSIAL DAN PEMBANGUNAN

Modernisme dianggap sebagai sebuah keharusan bagi negara terbelakang untuk dapat mengejar ketertinggalannya dengan negara maju. Pendekatan pembangunan yang dilakukan oleh negara barat menggunakan pendekatan modernisme. Pembangunan seringkali diartikan sebagai suatu usaha untuk mencapai keadaan yang telah direncanakan yang diartikulasikan dalam bentuk sistem ekonomi dan struktur masyarakat barat. Tak salah apabila pembangunan dengan konsep modernisme dianggap sebagai proses westernisasi. Pola pembangunan ini semakin berkembang pesat dengan dukungan investasi kapitalis.

 

Pada tahap hubungan transnasional semakin kuat, dominasi kekuatan ekonomi negara maju semakin kuat mencengkeram dan menghegemoni negara berkembang. Pola hubungan antar negara menjadi semakin tergantung yang tentu saja menyebabkan terpuruknya negara terbelakang dan negara berkembang. Ekspansi modal melalui investasi asing baik melalui perusahaan transnasional dianggap sebagai suatu hal yang wajar dalam era globalisasi. Investasi asing merupakan usaha untuk meningkatkan ekonomi negara berkembang melalui pendekatan pembangunan yang mengedepankan modernisasi. Masuknya investasi asing telah berhasil merubah struktur sosial masyarakat lokal berikut dengan nilai-nilainya. Oleh karena itu, transformasi sosial dapat dipahami sebagai analisis hubungan transnasional dan hal ini mempengaruhi masyarakat nasional, komunitas lokal, bahkan individual.

 

            Transformasi sosial sangat berkaitan dengan globalisasi. Pada tingkatan yang paling umum, globalisasi berarti sebuah proses perubahan yang mempengaruhi seluruh wilayah di dunia dalam sektor yang beragam termasuk ekonomi, teknologi, politik, media, budaya, dan lingkungan. Definisi yang lebih tepat mengenai globalisasi adalah sebuah proses atau rangkaian proses yang berwujud suatu transformasi dalam organisasi spasial dari relasi serta transaksi sosial yang melahirkan pola hubungan transcontinental atau interregional serta jaringan aktivitas dan interaksi. Read More

STRUKTUR KETERGANTUNGAN DAN MODA PRODUKSI

Kapitalisme yang pada awalnya hanyalah perubahan cara produksi dari produksi untuk dipakai ke produksi untuk dijual, telah  merambah jauh jauh menjadi dibolehkannya pemilikan barang sebanyak-banyaknya, bersama-sama juga mengembangkan individualisme, komersialisme, liberalisasi, dan pasar bebas. Kapitalisme tidak hanya merubah cara-cara produksi atau sistem ekonomi saja, namun bahkan memasuki segala aspek kehidupan dan pranata dalam kehidupan masyarakat, dari hubungan antar negara, bahkan sampai ke tingkat antar individu. Sehingga itulah, kita mengenal tidak hanya perusahaan-perusahaan kapitalis, tapi juga struktur masyarakat dan bentuk negara.

 

Perubahan moda produksi dari yang semula berbasiskan pertanian menjadi industri menjadi sesuatu yang menggejala di Indonesia. Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah selama ini bercirikan modernisasi dengan tolok ukur pertumbuhan ekonomi semakin membenarkan proses perubahan moda produksi ini. Pada awal pemerintahan orde baru, kebijakan pembangunan Indonesia masih bertupu pada sektor pertanian yang seiring berjalannya waktu terus bergeser menuju sektor industri. Diantara kedua fase tersebut terdapat fase antara yaitu pembangunan yang bertumpu pada sektor pertanian yang mampu menopang industri.

 

 

 

Sosiologi Kerja dan Industri

 

            Perkembangan masyarakat pada abad 20 ini tidak dapat lepas dari berbagai macam pengaruh masuknya introduksi teknologi dan tata nilai budaya yang baru. Industrialisasi berkembang seiring revolusi industri yang berkembang di kawasan eropa yang ditandai dengan penemuan mesin-mesin industri. Perubahan struktur masyarakat yang semula berbasis agraris menjadi berbasis industri menyebabkan lahirnya topik kajian sosiologi yaitu sosiologi kerja dan industri. Topik kajian ini dapat dibagi menjadi dua pendekatan, yaitu pendekatan teoritis dan pendekatan ranah studi. Secara teoritis, terdapat enam teori besar yang dapat menjadi dasar pemikiran sosiologi kerja dan industri sedangkan ranah studi dapat dibedakan menjadi lima bagian. Teori yang menjadi dasar pemikiran sosiologi kerja dan industri antara lain manajerial psikologistik, Durkheim, interaksionisme, Webberian, Marxian dan psotmodern. Sedangkan ranah studinya dibagi menjadi hubungan pekerjaan, organisasi, masyarakat industri kapitalis, pekerjaan dan kerja. Read More